Pengertian esai
Sebuah esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini
penulis tentang subyek tertentu. Sebuah esai dasar dibagi menjadi tiga bagian:
pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek
bahasan dan pengantar tentang subyek; tubuh esai yang menyajikan seluruh
informasi tentang subyek; dan terakhir adalah konklusi yang memberikan
kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai,
atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek.
Apa yang membedakan esai dan bukan esai? Untuk menjawab pertanyaan ini dapat
dilakukan dengan merujuk pendapat-pendapat atau rumusan-rumusan yang telah ada,
tetapi pendapat-pendapat atau rumusan-rumusan yang telah ada sering kali masih
tidak lengkap dan kadang bertolak belakang sehingga masih mengandung kekurangan
juga. Misal mengenai ukuran esai, ada yang menyatakan bebas, sedang, dan dapat
dibaca sekali duduk; mengenai isi esai, ada yang menyatakan berupa analisis,
penafsiran dan uraian (sastra, budaya, filsafat, ilmu); dan demikian juga
mengenai gaya dan metode esai ada yang menyatakan bebas dan ada yang menyatakan
teratur.
Penjelasan mengenai esai dapat lebih "aman dan mudah dimengerti" jika
ditempuh dengan cara meminjam pembagian model penalaran ala Edward de Bono.
Menurut De Bono, penalaran dapat dibagi menjadi dua model. Pertama, model
penalaran vertikal (memusatkan perhatian dan mengesampingkan sesuatu yang tidak
relevan) dan kedua model penalaran lateral (membukakan perhatian dan menerima
semua kemungkinan dan pengaruh).
Dari pembagian model penalaran ini, esai cenderung lebih mengamalkan penalaran
lateral karena esai cenderung tidak analitis dan acak, melainkan dapat
melompat-lompat dan provokatif. Sebab, esai menurut makna asal katanya adalah
sebuah upaya atau percobaan yang tidak harus menjawab suatu persoalan secara
final, tetapi lebih ingin merangsang. Menurut Francis Bacon, esai lebih sebagai
butir garam pembangkit selera ketimbang sebuah makanan yang mengenyangkan.
Sejarah Esai
Esai mulai dikenal pada tahun 1500-an dimana seorang filsuf Perancis,
Montaigne, menulis sebuah buku yang mencantumkan beberapa anekdot dan
observasinya. Buku pertamanya ini diterbitkan pada tahun 1580 yang berjudul
Essais yang berarti attempts atau usaha. Montaigne menulis beberapa cerita
dalam buku ini dan menyatakan bahwa bukunya diterbitkan berdasarkan pendapat
pribadinya. Esai ini, berdasarkan pengakuan Montaigne, bertujuan
mengekspresikan pandangannya tentang kehidupan.
Lalu bagaimana pengertian esai menurut Montaigne? Montaigne menuliskan sikap
dan pandangannya mengenai esai melalui deskripsi-deskripsinya yang tersirat, sahaja,
rendah hati tetapi jernih dalam sebuah kata pengantar bukunya: "Pembaca,
ini sebuah buku yang jujur. Anda diperingatkan semenjak awal bahwa dalam buku
ini telah saya tetapkan suatu tujuan yang bersifat kekeluargaan dan pribadi.
Tidak terpikir oleh saya bahwa buku ini harus bermanfaat untuk anda atau harus
memuliakan diri saya. Maksud itu berada di luar kemampuan saya. Buku ini saya
persembahkan kepada para kerabat dan handai taulan agar dapat mereka manfaatkan
secara pribadi sehingga ketika saya tidak lagi berada di tengah-tengah mereka
(suatu hal yang pasti segera mereka alami), dapatlah mereka temukan di dalamnya
beberapa sifat dari kebiasaan dan rasa humor saya, dan mudah-mudahan, dengan
cara itu, pengetahuan yang telah mereka peroleh tentang diri saya tetap awet
dan selalu hidup" (dari "To The Reader").
Kemudian, pada tahun 1600-an, Sir Francis Bacon menjadi Esais Inggris pertama.
Bukunya berjudul Essay. Bentuk, panjang, kejelasan, dan ritme kalimat dari esai
ini menjadi standar bagi esais-esais sesudahnya. Ada beberapa esai yang formal,
dan ada beberapa esai lain yang bersifat informal. Bentuk esai informal lebih
mudah ditulis karena lebih bersifat personal, jenaka, dengan bentuk yang
bergaya, struktur yang tidak terlalu formal, dan bertutur. Bentuk esai formal
lebih sering dipergunakan oleh para pelajar, mahasiswa dan peneliti untuk
mengerjakan tugas-tugasnya. Formal esai dibedakan dari tujuannya yang lebih
serius, berbobot, logis dan lebih panjang.
Di Indonesia bentuk esai dipopulerkan oleh HB Jassin melalui
tinjauan-tinjauannya mengenai karya-karya sastra Indonesia yang kemudian
dibukukan (sebanyak empat jilid) dengan judul Kesusastraan Indonesia Modern
dalam Kritik dan Esei (1985), tapi Jassin tidak bisa menerang jelaskan rumusan
esai.
Tipe Esai
Esai Deskriptif
Esai deskriptif biasanya bertujuan menciptakan kesan tentang seseorang, tempat,
atau benda. Bentuk esai ini mencakup rincian nyata untuk membawa pembaca pada
visualisasi dari sebuah subyek. Rincian pendukung disajikan dalam urutan tertentu
(kiri ke kanan, atas ke bawah, dekat ke jauh, arah jarum jam, dll). Pola
pergerakan ini mencerminkan urutan rincian yang dirasakan melalui penginderaan.
Esai ekspositori
Esai ini menjelaskan subyek ke pembaca. Biasanya dilengkapi dengan penjelasan
tentang proses, membandingkan dua hal, identifikasi hubungan sebab-akibat,
menjelaskan dengan contoh, membagi dan mengklasifikasikan, atau mendefinisikan.
Urutan penjelasannya sangat bervariasi, tergantung dari tipe esai ekspositori
yang dibuat. Esai proses akan menyajikan urutan yang bersifat kronologis
(berdasarkan waktu); esai yang membandingkan akan menjelaskan dengan
contoh-contoh; esai perbandingan atau klasifikasi akan menggunakan urutan
kepentingan (terpenting sampai yang tak penting, atau sebaliknya); esai
sebab-akibat mungkin mengidentifikasi suatu sebab dan meramalkan akibat, atau
sebaliknya, mulai dengan akibat dan mencari sebabnya.
Esai naratif
Menggambarkan suatu ide dengan cara bertutur. Kejadian yang diceritakan
biasanya disajikan sesuai urutan waktu.
Esai persuasive
bersuaha mengubah perilaku pembaca atau
memotivasi pembaca untuk ikut serta dalam suatu aksi/tindakan. Esai ini dapat
menyatakan suatu emosi atau tampak emosional. Rincian pendukung biasanya
disajikan berdasarkan urutan kepentingannya.
Esai dokumentatif
Memberikan informasi berdasarkan suatu penelitian di bawah suatu institusi atau
otoritas tertentu. Esai ini mengikuti panduan dari MLA, APA, atau panduan
Turabian.
Panduan Dasar Menulis Esai
Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis
dan latihan yang terus menerus. Berikut ini panduan dasar dalam menulis sebuah
esai.
Struktur Sebuah Esai
Pada dasarnya, sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf:
1.
Paragraf Pertama
Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut
tesisnya. Tesis ini harus dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas,
sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca diperkenalkan pada
tiga paragraf berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub
topik.
2.
Paragraf Kedua sampai kelima
Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang
sama. Kalimat pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa
dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-masing sub topik.
3.
Paragraf Kelima (terakhir)
Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan. Tuliskan kembali tesis dan sub
topik yang telah dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah
sintesis untuk meyakinkan pembaca
Langkah-langkah
membuat Esai
1. Tentukan topik
2. Buatlah outline atau garis besar ide-ide anda
3. Tuliskan tesis anda dalam kalimat yang singkat dan jelas
4. Tuliskan tubuh tesis anda:
- Mulailah dengan poin-poin
penting
- kemudian buatlah beberapa sub
topik
- Kembangkan sub topik yang telah
anda buat
5. Buatlah paragraf pertama (pendahuluan)
6. Tuliskan kesimpulan
7. Berikan sentuhan terakhirLangkah Membuat Esai . Dalam menyusun sebuah esai ilmiah yang baik, penulis
sebaiknya mengikuti langkah menulis esai sebagai berikut : 1. Memilih Topik Memilih
topik adalah hal pertama yang dilakukan oleh penulis. Penulis juga hendaknya
menentukan apakah akan membuat esai yang merupakan tinjauan umum masalah atau
tinjauan/analisis topil secara khusus. Jika ingin menganalisis topic secara
khusus, topik sebaiknya dipersempit dan harus spesifik. Topik esai yang penulis
sukai akan membuat esai menjadi lebih berkarakter dan kuat. 2. Membuat
Outline Outline akan membantu penulis dalam meletakkan ide-ide tentang
topik dalam naskah. Esai akan menjadi lebih terorganisir, fokus, dan
sistematis.
Memilih Topik
Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk
memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap untuk menuju langkah
berikutnya.
Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa
tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan
umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin
melakukan analisis khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik
masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai contoh, bila
topik tentang "Indonesia" adalah satu topik yang masih sangat umum.
Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran umum (overview), maka topik ini sudah
tepat. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit
topik ini menjadi "Kekayaan Budaya Indonesia" atau "Situasi
Politik di Indonesia". Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis, anda
bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain,
sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik yang anda sukai, sehingga
biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter.
- Tentukan Tujuan
Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk
meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda percayai? Menjelaskan
bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang,
ide, tempat atau sesuatu? Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai
dengan tujuannya.
- Tuliskan Minat Anda
Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang
menarik minat anda. Semakin banyak subyek yang anda tulis, akan semakin
baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati,
coba lihat di sekeliling anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar
anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa
yang menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek
tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala.
- Evaluasi Potensial Topik
Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing
topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus mengerti benar tentang
topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus
benar-benar menggairahkan. Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang
anda miliki untuk topik yang anda pilih.
Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang
anda tulis. Sama halnya dengan kasus dimana topik anda telah ditentukan, anda
juga perlu memikirkan bentuk naskah yang anda tulis.
Membuat Outline
Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda
dalam naskah dalam sebuah format yang terorganisir.
1.
Mulailah dengang menulis topik anda
di bagian atas
2.
Tuliskan angka romawi I, II, III di
sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya
3.
Tuliskan garis besar ide anda
tentang topik yang anda maksud:
o Jika
anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik
o Jika
anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat
dipahami pembaca
o Jika
anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi
tersebut
4.
Pada masing-masing romawi, tuliskan A,
B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi
yang mendukung ide utama
Menuliskan Tesis
Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan
disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah menentukan topik dari esai anda,
sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan
memutuskan poin penting apa yang akan anda buat. Pernyataan tesis anda terdiri
dari dua bagian:
- Bagian pertama menyatakan
topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia
- Bagian kedua menyatakan
poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa,
memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.
Menuliskan Tubuh Esai
Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai.
Anda dapat menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap
untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan
pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda.
Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:
1.
Mulailah dengan menulis ide besar
anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah: "Pemberantasan
korupsi di Indonesia", anda dapat menuliskan: "Pemberantasan korupsi
di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama".
2.
Kemudian tuliskan masing-masing poin
pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris.
3.
Pada masing-masing poin, tuliskan
perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau
penjelasan atau diskusi.
4.
Bila perlu, anda dapat menggunakan
kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.
Setelah menuliskan tubuh tesis, anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf:
pendahuluan dan kesimpulan.
Menulis Paragraf Pertama
1.
Mulailah dengan menarik perhatian
pembaca.
o Memulai
dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu
benar-benar baru untuk pembaca anda, namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin
yang anda buat.
o Memulai
dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang anda
maksud. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk
membangun ketertarikan pembaca, anda harus menggunakannya dengan tepat dan
hati-hati.
o Menggunakan
dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan
poin anda.
2.
Tambahkan satu atau dua kalimat yang
akan membawa pembaca pada pernyataan tesis anda.
3.
Tutup paragraf anda dengan
pernyataan tesis anda.
Menuliskan Kesimpulan
Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah anda kemukakan dan
memberikan perspektif akhir anda kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat
kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di
atas) yang menggambarkan pendapat dan perasaan anda tentang topik yang dibahas.
Anda dapat menggunakan anekdot untuk menutup esai anda.
Memberikah Sentuhan Akhir
1.
Teliti urutan paragraf Mana yang
paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf
terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika naskah anda
menjelaskan suatu proses, anda harus bertahan pada urutan yang anda buat.
2.
Teliti format penulisan. Telitilah
format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan sebagainya
3.
Teliti tulisan. Anda dapat merevisi
hasil tulisan anda, memperkuat poin yang lemah. Baca dan baca kembali naskah
anda.
4.
Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu
naskah anda beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal?
5.
Apakah kalimat satu dengan yang lain
mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan bebearpa kata dan frase
untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan
kalimat sebelumnya.
6.
Teliti kembali penulisan dan tata
bahasa anda.
Untuk membuat sebuah esai yang
berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus menerus.
Berikut ini panduan dasar dalam menulis sebuah esai.
Struktur Sebuah Esai
Pada dasarnya, sebuah esai terbagi
minimum dalam lima paragraf:
1.
Paragraf pertama
Dalam paragraf ini
penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut tesisnya. Tesis ini
harus dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas, sedapat mungkin pada
kalimat pertama. Selanjutnya pembaca diperkenalkan pada tiga paragraf
berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub topik.
2.
Paragraf kedua sampai kelima
Ketiga paragraf ini
disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama. Kalimat
pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa dengan
melihat relevansi dan relasinya dengan masing-masing sub topik.
3.
Paragraf kelima (terakhir)
Paragraf kelima
merupakan paragraf kesimpulan. Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah
dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis untuk
meyakinkan pembaca
Langkah-langkah
membuat Esai
o
Mulailah dengan poin-poin penting
o
kemudian buatlah beberapa sub topik
o
Kembangkan sub topik yang telah anda buat
Bila topik telah ditentukan,
anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan
berarti anda siap untuk menuju langkah berikutnya.
Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah
yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara
khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke
langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis khusus, topik anda
harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat
mempersempit topik anda. Sebagai contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah
satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran
umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin
membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik ini menjadi “Kekayaan
Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan
apa yang anda tulis, anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
Bila topik belum ditentukan,
maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya anda memiliki
kebebasan memilih topik yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda
jauh lebih kuat dan berkarakter.
Tentukan terlebih dahulu tujuan esai
yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang
anda percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik
pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu? Apapun topik yang anda
pilih, harus sesuai dengan tujuannya.
Jika anda telah menetapkan tujuan esai
anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. Semakin banyak subyek
yang anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan
subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling anda. Adakah hal-hal yang
menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin
ada beberapa yang menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi
subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala.
Jika telah ada bebearpa topik yang pantas,
pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus
mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka
topik tersebut harus benar-benar menggairahkan. Yang paling penting, berapa
banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.
Sebelum anda meneruskan ke langkah
berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis. Sama halnya dengan
kasus dimana topik anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan bentuk
naskah yang anda tulis.
Tujuan dari pembuatan outline adalah
meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang
terorganisir.
1.
Mulailah
dengang menulis topik anda di bagian atas
2.
Tuliskan
angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang
cukup lebar diantaranya
3.
Tuliskan
garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:
o Jika anda mencoba meyakinkan, berikan
argumentasi terbaik
o Jika anda menjelaskan satu proses,
tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca
o Jika anda mencoba menginformasikan
sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut
4.
Pada
masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman
tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung ide utama
Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi
esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah
menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat kembali outline
yang telah anda buat, dan memutuskan poin penting apa yang akan anda buat.
Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:
- Bagian
pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia
- Bagian
kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang
luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.
Menuliskan Tubuh Esai
Bagian ini merupakan bagian paling
menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan, menggambarkan
dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih.
Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada outline akan menjadi
satu paragraf dari tubuh tesis anda.
Masing-masing paragraf memiliki
struktur yang serupa:
1.
Mulailah
dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah:
“Pemberantasan korupsi di Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan
korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama”
2.
Kemudian
tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai
lima baris.
3.
Pada
masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat
berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi
4.
Bila
perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.
Setelah menuliskan tubuh tesis, anda
hanya tinggal menuliskan dua paragraf: pendahuluan dan kesimpulan.
1.
Mulailah
dengan menarik perhatian pembaca.
o Memulai dengan suatu informasi nyata
dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru untuk pembaca anda,
namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang anda buat.
o Memulai dengan suatu anekdot, yaitu
suatu cerita yang menggambarkan poin yang anda maksud. Berhati-hatilah dalam
membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan
pembaca, anda harus menggunakannya dengan tepat dan hati-hati.
o Menggunakan dialog dalam dua atau tiga
kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan poin anda.
2.
Tambahkan
satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis anda.
3.
Tutup
paragraf anda dengan pernyataan tesis anda.
Kesimpulan merupakan rangkuman dari
poin-poin yang telah anda kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada
pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan menulis ulang
sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas) yang menggambarkan pendapat dan
perasaan anda tentang topik yang dibahas. Anda dapat menggunakan anekdot untuk
menutup esai anda.
Memberikah
Sentuhan Akhir
1.
Teliti
urutan paragraf Mana yang paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada urutan
pertama, dan paragraf terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk
akal. Jika naskah anda menjelaskan suatu proses, anda harus bertahan pada
urutan yang anda buat.
2.
Teliti
format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama,
tanggal, dan sebagainya
3.
Teliti
tulisan. Anda dapat merevisi hasil tulisan anda, memperkuat poin yang lemah.
Baca dan baca kembali naskah anda.
4.
Apakah
masuk akal? Tinggalkan dulu naskah anda beberapa jam, kemudian baca kembali.
Apakah masih masuk akal?
5.
Apakah
kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak,
tambahkan bebearpa kata dan frase untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu
kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya